FC 83). Untuk mereka dengan menikah dan kemudian cerai tanpa mengikat lagi, tidak ada halangan apa-pun untuk nampi sakramen-sakramen. Sesuatu ini bertentangan dengan penjelasan FC 84 mengenai itu yang kecil-kecil lalu menikah lagi. Para Gembala disarankan dengan terbatas dan mendalam melihat-mempertimbangkan situasi yang menyulut usaha pertalian setelah perceraian ini. Masing-masing bobot pertimbangan akan mengukuhkan pilihan kelakuan pastoral karet Gembala bagi mereka. Nun jelas, para Gembala dan segenap umat beriman diminta untuk positif mereka tersebut dan berwarung supaya mereka jangan menganggap diri terpisah dari Gereja.
Kita tak bisa jadi seorang nasrani yang cantik tanpa Yesus Kristus. Benih Yesus merupakan “jantung” kehidupan orang Protestan. Oleh olehkarena itu itu, pembawaan seorang bermoral Katolik sangat ditentukan sambil seberapa jauh dia menyelami dan merajut relasi dengan intim dengan Yesus. Seorang yang menyelami dan merias relasi yangintim dengan Yesus adalah seorang yang selalu mengikuti titah, larangan & teladan yang sudah dibuat Yesus selama hidup-Nya. Namun, problem, apa dengan harus sebagai panduan agar orang mampu mengetahui amanat, larangan & teladan Yesus. Jawabannya merupakan Kitab Suci.
Orang tua mengajarkan anak-anaknya bahwa ketaatan merupakan sesuatu sangat mendasar dalam membangun kebersamaan. Tidak cukup mencapai berbatas disitu. Wali mesti menyatakan kesetiaan itu dengan teguh satu tentu lain. Ajaran orang uzur tentang perhitungan kesetiaan jadi tidak bermanfaat kalau pasangan suami-isteri http://www.bbc.co.uk/search?q=alkitab justeru mengakhiri pernikahan dengan berpisah. Orang tua mengedit anak-anaknya jika hidup sederhana itu indah. Ajaran itu harus disertai sikap sederhana yang ditunjukkan dalam praktek hidup. Memilih jalan kaki kalau reses yang ditempuh memang dekat merupakan contoh hidup yang sederhana ini.